Orang Indonesia Kerap Jadi Korban OTP,Ini Alasannya!

Orang Indonesia Kerap Jadi Korban OTP,Ini Alasannya!

Korban OTP- Maraknya kejahatan melalui media digital pada aplikasi e-commerece dan kegiatan jual beli online lainnya membuat resah setiap orang. Modus yang kerap digunakan oleh penjahat ini berupa penipuan secara langsung maupun tidak langsung.

Jika secara langsung, para pelaku kejahatan akan menelpon calon korban dan mengelabuhi prikologis mereka, untuk mendapatkan kode One Time Password(OTP). Sementara untuk secara tidak langsung, biasanya mereka melakukan penyebaran link bodong melalui SMS, e-mail, nomor telepon, atau data pribadi pengguna yang berunjung dengan mencuri kode OTP.

Banyak penduduk Indonesia yang menjadi korban dari aktivitas para penjahatan ini. Mengapa pencurian kode OTP menjadi modus yang paling sering dijumpai dalam tindak kejatahan digital? Ini bisa terjadi karena masyarakat Indonesia kurangnya tingkat pemahaman konsumen dan literasi konsumen pada instrumen keuangan masih rendah.

Tingkat literasi digital masyarakat Indonesia hanya 38,3 persen, dan kewaspadaan konsumen terhadap kejahatan elektronik relatif rendah, yaitu 36,2 persen. Padahal jumlah akses penduduk terhadap instrumen keuangan dan layanan jasa keuangan sangat tinggi, yakni 76,19 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung ada 38% penduduk Indonesia menggunakan jasa layanan keuangan pembayaran, tetapi tidak mengerti akan resiko yang didapat nantinya.

Yang perlu diketahui Kode OTp merupakan kunci konfirmasi yang digunakan untuk mengonfirmasi semua transaksi yang dilakukan secara digital. Jadi, jika pelaku mendapatkan kote OTP, sama halnya mendapatkan kunci akses rahasia untuk mencuri uang korban secara digital.

Secara tidak langsung kode OTP juga bisa dicuri apabila pengguna kurang berhati-hati dalam mengamankan data. Seperti halnya pengguna ponsel yang menggunakan jaringan internet publik, mengunduh aplikasi yang tidak terpercaya, tidak berhati-hati dengan link yang disebarkan melalui e-mail dan SMS.

Serta pengguna yang kurang menjaga data pribadi seperti nomor telepon, e-mail, nomor kartu kredit yang tertaut pada aplikasi e-commerce, nomor rekening, hingga informasi nama ibu kandung. Selain itu, para pengguna internet juga diharapkan dapat berliterasi digital, untuk lebih berhati-hati apabila penjahat digital melakukan aksinya secara langsung saat menghubungi pengguna.

Yang benar, kode OTP ini tidak boleh diketahui oleh siapapun, baik keluarga, saudara, teman, dan orang lain. Kita tidak akan tahu apa yang akan mereka lakukan di belakang kita, lebih baik kita menyimpan data diri kita sendiri dengan baik untuk menghindari hal buruk ini terjadi.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenaik Kode OTP. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa terus pantau blog kami untuk mendapatkan artikel baru.

Leave a Reply